Top
Banner Tetap Berjuang di Hari Tua, Bahagiakan Lansia Lewat Zakat Modal Usaha

Saat orang lain masih terlelap, ada sosok tangguh bernama Ibu Rihatin yang sudah terbangun dan mempersiapkan diri untuk mencari nafkah.

Wanita berusia 63 tahun ini merupakan seorang penjual jamu yang sudah berjualan  selama 15 tahun. Setiap hari, ia harus bangun dini hari untuk membuat jamu yang perlu ia jual dari pagi hingga sore hari.

Di usianya yang sudah tua, beliau memilih mengadu nasib ke Jakarta dan melakoni pekerjaan sebagi penjual jamu demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya di kampung. Sebab, keluarganya di kampung hanya berprofesi sebagai petani dan penghasilannya masih tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup.

zakat lansia

Di Jakarta, ia memilih tinggal di rumah petak sederhana dengan biaya sewa yang terjangkau. Menurutnya, rumah petak itu sudah menjadi tempat ternyaman untuknya beristirahat.

Ibu Rihatin harus menempuh kurang lebih 10 km sambil menggendong bakul jamunya dengan kain yang beliau ikat di punggung. Bakul yang ia pikul itu cukup berat. Sehingga tak jarang ia mengalami sakit pada kakinya. 

“Kaki saya sering sakit, saya juga punya penyakit lambung. Jadi saya bagi waktu untuk jualan, pagi hari sampai jam 2 lalu pulang untuk istirahat. Saya lanjut lagi sampai sore jam 5-an,” ceritanya dengan raut wajah lelah.

zakat lansia

Ibu Rihatin juga bercerita kini semakin sulit mendapatkan pelanggan semenjak pandemi. Porsi jamu yang ia jual tidak seperti hari-hari biasanya. Biasanya, sebelum pandemi ia bisa membawa pulang uang Rp100.000, namun kini tak menentu dan kurang dari penghasilan sebelumnya.  Dengan hasil berjualan jamu, ia masih harus memenuhi kebutuhan hidupnya dan membayar uang sewa rumah. Meskipun begitu, ia tak lupa bersyukur setiap kali ada pelanggan yang membeli jamunya.

Jika diperbolehkan untuk bermimpi di usia yang sudah senja ini, ia ingin sekali memiliki tempat jualan sendiri agar ia tidak perlu lagi berjalan jauh-jauh karena sudah cukup sering ia mengalami nyeri kaki karena berkeliling berjualan jamu.

Sang Penolong, tak hanya ibu Rihatin saja yang masih harus bekerja di usia senjanya. Menurut data dari Badan Pusat Statistik(2020), ada 51,04% lansia di Indonesia yang masih mengisi kegiatannya dengan bekerja 85,83% bekerja pada sektor informal, termasuk pedagang kecil.

Kondisi ini pun mendorong tim Ayotolong untuk memberikan bantuan biaya modal usaha dan sembako untuk meringankan beban hidup dan meningkatkan kualitas hidup para lansia. Harapannya, mereka tidak mengalami kesulitan dan terlalu berlebihan dalam bekerja.

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang membantu seorang muslim (dalam) suatu kesusahan di dunia maka Allah akan menolongnya dalam kesusahan pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meringankan (beban) seorang muslim yang sedang kesulitan maka Allah akan meringankan (bebannya) di dunia dan akhirat."

Sang Penolong, ayo tunjukan kepedulianmu dengan berdonasi melalui laman ini. Bersihkan hartamu dengan berzakat dan ciptakan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Ayo berzakat pada lansia dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi”
  2. Pilih nominal
  3. Pilih metode pembayaran transfer Mandiri/BNI/Permata/ BRI/dompet digital
  4. Selesaikan pembayaran

Jangan lupa share program zakat untuk Lansia ini, ya agar semakin banyak yang ikut membantu.

 

Donasi  Bagikan

Implementasi Terkini

Belum ada Update Kegiatan

Riwayat Donasi

Ruly Awan

17/11/2021

telah mendonasikan Rp 50,000

Tetap Berjuang di Hari Tua, Bahagiakan Lansia Lewat Zakat Modal Usaha

gambar pembuat

Dna Foundation

Terkumpul

IDR 50,000

dari 50,000,000

Total Donatur

1 berdonasi

397 Hari

Donasi  Bagikan

Campaign Mendesak

Berlangganan Berita Kami

Menjadi orang baik yang selalu terupdate dengan campaign terbaru